Assalamu'alaikum wr wb
Oleh Laurence Kotlikoff, Perry Mehrling, dan Alistair Milne
Ide awal dari penggunakan dana bail out $700 Miliar adalah membeli asset dengan nilai setara $700 Miliar akan tetapi perdebatan telah berjalan terus dan hari ini idenya adalah menggunakan uang tersebut untuk melakukan rekapitasiasi perbankan dengan menggunakan uang $700 Miliar untuk investasi pada preferred stock. Tidak ada yang mempertanyakan bahwa pendekatan ini akan memberikan pengaruh besar akan tetapi sebenarnya ada jalan yang lebih baik lagi.
Dalam diskusi paling terakhir, bahwa injeksi dana dalam bentuk preferred stock digambarkan sebagai asuransi, dan memang seperti itu dari artikel yang lain yaitu “US may follow UK on bank bail-outs” yiled pada stock mirip dengan premi pada asuransi, dan penambahan modal keseluruhan seperti uang pertanggungan pada klaim yang akan dibayarkan.
Masalahnya adalah tidak ada orang yang mengetahui berapa total klaim yang didapatkan pada skenario terburuk. Dan injeksi melalui preferred stock tidak memberikan perlindungan pada skenario terburuk.
Yang paling dibutuhkan oleh sistem adalah bukanlah perlindungan terhadap loss 10% berikutnya, barangkali Warren Buffets akan dengan senang hati memberikan perlindungan tersebut, melainkan yang dibutuhkan adalah proteksi terhadap sesuatu hal yang mungkin terjadi setelah itu. Yang dibutuhkan oleh sistem adalah penjaminan kredit oleh pemerintah. (credit insurer of the last resort)
Secara implisit pemerintah telah menjadi credit insurer of last resort. Hanya saja pemerintah dapat memiliki kredibilitas untuk memenuhi fungsi tersebut lebih baik lagi apabila asuransi yang sifatnya implicit ini dibuat menjadi eksplisit. Dalam prakteknya pemerintah sudah memberikan asuransi pada “tail risk” sehingga hal ini tidak akan menimbulkan biaya untuk membuat asuransi menjadi eksplisit.
Kemudian usul dari penulis yaitu pemerintah seharusnya menawarkan untuk menjual credit insurance dalam bentuk portfolio asset dengan rating AAA pada bullan Juli 2008. Kita memfokuskan pada sejumlah asset ini untuk dapat memfokuskan diri pada masalah systemic risk. Jika aset tersebut sudah memiliki asuransi terbatas dari private issuer, pemerintah seharusnya menawarkan kebijakan top-up yang dapat melindungi semuanya diluar apa yang dijanjikan oleh issuer.
Pendekatan disaster insurance ini memiliki imbas yang lebih besar lagi dibandingkan dengan pendekatan preferred stock. Hasil yang terburuk adalah biaya yang sangat mahal yang ditimbulkan, namun probabilitas ini sangat kecil dan pemerintah AS memang sudah secara implisit menggunakannya.
Menteri Keuangan AS dapat mengimplementasikan pendekatnya dalam waktu dekat dibawah provisi yang sudah ada daripada UU buyout Section 102 yang secara eksplisit memperbolehkan menteri keuangan untuk menjual credit insurance, dan memisahkan premi yang diterima ke dalam yang disebut dengan Special Troubled Assets Insurance Financing Fund.
Dana tersebut akan tersedia untuk membayar klaim ketika mereka datang, dan jika premi yang ada tidak mencukupi maka ada fasilitas dana $700 Miliar yang dapat dipinjam. Jika kita ingin membatasi exposure terhadap dana $700 miliar, kita dapat membatasi polis kredit yang kita keluarkan.
Masalah kredit adalah sangat kritikal, dan solusi yang diberikan harus merupakan pendekatan yang terkoordinasi melibatkan banyak intervensi dari level-level yang berbeda. Namun masalah utama adalah merupakan realisasi dari even systemic risk, dan sektor swasta yang prihatin terhadap tambahan risiko realisasi yang mereka tidak dapat melakukan hedge. Maka kita dapat membuat batasan (floor) terhadap masalah systemic risk.
Melengkapi tulisan di atas, bank bertahun-tahun telah mengandalkan pinjaman dengan jaminan (REPO, ABCP, etc.) di pasar uang (kebanyakan langsung maupun tidak langsung dari tabungan di current account yang merupakan surplus dari export). Interbank lending yang tidak menggunakan jaminan sangat kecil karena bank tidak pernah mempercayai satu sama lain.
Sekarang masalahnya adalah sejak munculnya loss pada sub-prime, pinjaman dari pasar uang (kebanyakan adalah non-bank seperti reksadana pasar uang, korporasi, insitusi finansial non-bank) tidak lagi menerima senior MBS atau ABS atau sekuritas berbasiskan struktur produk sebagai jaminan.
Kekurangan jaminan yang dapat diterima membuat suku bunga pada pasar uang menjadi sangat tinggi kecuali T-bills.
Kekurangan jaiminan bank yang dapat diterima ini menjelaskan mengapa provisi likuiditas dari bank sentral tidak membuat mudah pasar uang, karena bank sentral meminjaman dengan jaminan yang baik dimana hal ini tidak dimiliki oleh perbankan.
Dan kita bisa bayangkan bahwa ketiadaan jaminan yang baik juga mengurangi keefektifan kebijakan moneter, kebijakan memotong suku bunga tidak akan membuat perbedaan terhadap aggregate demand jika bank tidak memiliki dana untuk membiayai dirinya sendiri.
Solusi disaster insurance yang direkomendasikan oleh Laurence Kotlikoff, Perry Mehrling dan Alistair Milne membuat jaminan yang digunakan di pasar uang menjadi baik (dapat diterima). Dan ketika ini diterapkan pasar uang akan unfreeze dan kita dapat menggunakan kebijakan moneter untuk melawan krisis global.
penulis tidak bisa berpura-pura bahwa hal ini dapat menyelesaikan secara keseluruhan krisis finansial dan ekonomi dalam satu waktu, namun masalah di pasar uang harus ada urgensinya untuk ditangani karena hal ini merupakan target dari balance sheet pemerintah untuk secara efisien menangani masalah.
ghifi.multiply.com
No comments:
Post a Comment