<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867</id><updated>2011-04-21T16:30:57.548-07:00</updated><category term='news'/><category term='award'/><title type='text'>ifinance.ghifi.com</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-6259525760561726917</id><published>2009-03-30T16:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T20:54:54.579-07:00</updated><title type='text'>Change! World Economics Order Needs To Overhaul Fundamentally</title><content type='html'>                       	&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ghifi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdGQ8AoKCGAAADPQJoo1/g20-summit.jpg?et=FT8%2BTLsm%2Blp9kWAvoMNuVQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!-- @page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; 	 &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Assalammu'alaikum Wr Wb.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Dalam rangka menyambut Pertemuan tingkat tinggi G 20 yang akan berlangsung di London Inggris pada tanggal 1 April 2009 dan dihadiri oleh para pemimpin dari 20 negara termasuk negara-negara Eropa, Brazil, Australia, Rusia, China, Afrika Selatan, India, dan Indonesia.  Mereka akan ditemani oleh para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari masing-masing negaranya.  Ada pembicaraan yang menarik oleh peraih nobel ekonomi Prof. Dr. Joseph E. Stiglitz. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Sebenarnya berbicara mengenai ekonomi dunia sepertinya seperti berbicara di atas awang-awang dan hanya para ekonom yang memahami, mungkin karena suasana krisis di dunia belum sepenuhnya dirasakan oleh Indonesia seperti di tahun 1997-1998. Namun demikian angin itu akan segera datang cepat atau lambat, dan apabila tidak bersiap badai krisis juga akan menimpa negara republik yang kita cintai ini.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Ada sebuah cerita dimana seekor sapi muda merasa sangat berbahagia dimana setiap hari si pemilik selalu memberikan makanan rumput berkualitas tinggi, dan yang dia perlu lakukan setiap harinya hanya makan/minum cukup dan istirahat.  Dia tidak pernah terbayang (barangkali karena seekor sapi:) ) bahwa ketika sebuah hari besar tiba seperti hari lebaran, maka pada saat itu juga si sapi akan segera disembelih tanpa dia sadari sebelumnya karena si pemilik begitu baiknya setiap hari selama 6 bulan memberi makan kepadanya.  Dia tidak pernah mengira bahwa hari itu akan tiba.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Bisa jadi cerita di atas juga akan menimpa kepada kita, karena kita tidak sadar bahwa &lt;i&gt;the day of reckoning&lt;/i&gt; akan tiba dan kita belum sempat melakukan apapun karena kita mengira hal tersebut tidak akan terjadi.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ghifi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdGQWQoKCGAAABhXNbs1/obama.jpg?et=dBBJNzqbfn2PvjZdNaB%2BaQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Ketika saya membaca hasil interview antara Presiden Barack Obama dengan Financial Times menunjukkan masih belum ada langkah-langkah nyata yang radikal untuk merubah keadaan yang diharapkan pada kelompok G20.  Langkah-langkah radikal tersebut dapat dibaca pada sambutan pidato Prof. Dr. Joseph E. Stiglitz di Shanghai tanggal 17 Maret 2009, berikut adalah cuplikannya:&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ghifi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdGReAoKCGAAAE2LGO81/joseph-stiglitz.jpg?et=CUG3EUiFmGiKboPK%2CCWkfg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Peraih Nobel Ekonomi 2001, Prof. Dr. Joseph E. Stiglitz berbicara di depan pemirsa di Shanghai 17 Maret 2009 menyerukan akan adanya perubahan fundamental pada orde ekonomi dunia melaui system global reserve baru dan pembentukan institusi multilateral di luar IMF dan World Bank untuk mengembalikan ekonomi dunia ke kondisi semula.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Indonesia sendiri berusaha melepaskan tekanan dari US Dollar melalui BCSA (Bilateral Currency Swap Agreement) dengan China sehingga kebutuhan akan US Dollar akan sedikit menurun dan memberikan diversifikasi valas.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Menurut beliau sumber dari kekacauan ini adalah &lt;i&gt;&lt;b&gt;ketidakadilan ekonomi &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;sebagai sumber permasalahan sehingga menyebabkan krisis.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Ketidakadilan ekonomi telah menyebabkan krisis KPR yang menyebabkan krisis finansial dan sistem reseve US dollar yang menyebabkan Amerika Serikat mengekspor krisis dan menjadi krisis global.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Ketidakadilan ekonomi memiliki arti bahwa kita memindahkan uang dan aset dari orang-orang yang tidak seharusnya tidak mampu yang dipaksa membelanjakannya kepada orang-orang kaya yang tidak mau membelanjakan uang ata aset mereka. Orang-orang ini dipaksa untuk berbelanja dan diberikan pinjaman oleh lembaga keuangan (bank maupun non-bank), Dr. Stiglitz menjelaskan bahwa ketidakadilan membiarkan pembuat kebijakan untuk melakukan  penciptaan akan kebutuhan deregulasi dan kebijakan moneter yang kendor untuk menstimulisasi ekonomi yang menghasilakn likuiditas yang berlebihan sehingga menyebabkan &lt;i&gt;bubble&lt;/i&gt; KPR di Amerika Serikat di tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Ketidakadilan ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat namun hampir di seluruh dunia. Jumlah rumah kosong dan orang-orang yang gelandangan sangat besar di Amerika Serikat, dan masalah kemiskinan, pengangguran di negara berkembang yang artinya bahwa "&lt;i&gt;sistem supply dan demand tidak bekerja&lt;/i&gt;", hal ini perlu dirubah!!&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Prof. Stiglitz menyerukan dunia untuk mengubah arah ekonomi pada jalan yang konsisten dengan visi ke depan dan menyelesaikan permasalahan kebutuhan jangka panjang bukan menciptakan kembali sistem yang sudah gagal.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;China sebaliknya memiliki rencana 5 tahunan yg. kesebelas kalinya untuk membangun ekonomi yang inovatif untuk merekstrukturisasi ekonomi untuk lebih ramah lingkungan dan memfokuskan ekonomi dari ketergantungan ekspor kepada konsumsi dalam negeri dan investasi.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;negara-negara berkembang di kawasan Asia, telah menimbun cadangan US dollar secara berlebihan yang menimbulkan adanya penurunan &lt;i&gt;aggregate demand&lt;/i&gt;, dan menurut Prof. Stiglitz disebabkan oleh manajemen buruk IMF pada krisis finansial di Asia di tahun 1997 hingga 1998. Dan ditambah degan adanya penurunan konsumsi negara-negara berkembang dan diikuti / diimbangi oleh konsumsi berlebihan  di Amerika Serikat. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Jelas hal ini merupakan fenomena aneh pada ekonomi global yang menyebutkan bahwa negara-&lt;i&gt;negara terkaya harus melakukan konsumsi melebihi kemampuannya&lt;/i&gt; untuk menjaga agar ekonomi global tetap dapat bertumbuh.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Di lain pihak, adalah sebuah ironis ketika krisis global menyebar dari Amerika Serikat menuju dunia secara keseluruhan.  Menyebabkan masyarakat di negara berkembang mereka mengkoleksi valas US Dollar walaupun sebenarnya nilainya makin menurun.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Menurut Prof. Stiglitz &lt;i&gt;sistem global reserve hanya pada satu currency menyebabkan masalah karena seluruh dunia harus melihat ekonomi berbasiskan satu mata uang&lt;/i&gt; dimana negara miskin meminjamkan uang kepada negara kaya pada suku bunga hampir nol persen dibandingkan dengan membelanjakan di dalam negerinya.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Hal ini menyebabkan berlebihnya menurunnya aggregate demand dunia dan Prof. Stiglitz menyerukan adalanya diversifikasi sistem &lt;i&gt;global reserve&lt;/i&gt; atau penciptaan sistem reserve yang bersifat regional seperti pada inisiatif &lt;i&gt;Chiang Mai&lt;/i&gt; yang merekomendasikan Cina, Jepang dan Korea untuk mengkontribusikan 80 persen pool of fund yang akan digunakan untuk membantu 10 negara di Asia pada saat krisis atau ketika dibutuhkan.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Pada saat yang bersamaan Prof. Stiglitz juga menyerukan adanya institusi multilateral yang baru di luar IMF dan Bank Dunia.  Beliau melihat IMF bukanlah institusi yang baik untuk diberi uang karena mentalitas &lt;i&gt;Wall Street&lt;/i&gt; yang memaksakan deregulasi dan kebijakan pro-cyclical yang menyebabkan masalah pada ekonomi dunia.  Hal ini menyebabkan banyak negara tidak bersedia bekerja sama dengan IMF yang menyebabkan usaha untuk mendesain paket stimulus global menjadi kurang penting.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Beliau juga mengatakan adanya sebuah kebutuhan untuk melakukan diversifikasi cara untuk &lt;i&gt;disbursement/expenditure  &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;termasuk di dalamnya pertimbangan untuk penciptaan fasilitas baru, insititusi baru, dan pengaturan peminjaman baru serta sistem manajemen baru, yang memberikan pertimbahan lebih baik kepada baik negara-negara berkembang maupun negara-negara donor.  Dia mencontohkan inisiatif yang dilakukan di negara-negara Asia untuk menciptakan AMF (Asian Monetary Fund) yang terjadi juga di Amerika Selatan, yang pada akhirnya memerikan dukungan terhadap diversifikasi bagi negara-negara berkembang. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Prof. Stiglitz juga beranggapan bahwa Cina memiliki peranan yang sangat &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ghifi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SdGSwAoKCGAAAEwqCxI1/china.jpg?et=gOGVXEaPZ9y9bi4rJQZYmg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;penting di dalam krisis finansial untuk membantu negara-negara berkembang.  Cina dan negara-negara lainnya akan dengan cepat menciptakan fasilitas baru untuk mendapatkan uang dan membelanjakannya dalam rangka membantu negara-negara lain yang membutuhkannya.  Hal ini sangat konsisten dengan prinsip-prinsip deplomasi Cina dan kebutuhan makro ekonominya.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;font face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;font size="3"&gt;Wallahu'alam bi showab&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;            &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-6259525760561726917?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/6259525760561726917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=6259525760561726917' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/6259525760561726917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/6259525760561726917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2009/03/change-world-economics-order-needs-to.html' title='Change! World Economics Order Needs To Overhaul Fundamentally'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-1792084736164028861</id><published>2009-03-24T00:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T04:09:46.192-07:00</updated><title type='text'>A Short Story About Little Happiness</title><content type='html'>    Assalammu'alaikum Wr. Wb.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times;" mce_style="font-family:Times;"&gt;"My major hobby is teasing people who take themselves &amp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times;" mce_style="font-family:Times;"&gt;&lt;b&gt;the quality of their knowledge &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times;" mce_style="font-family:Times;"&gt;too seriously &amp; those who don’t&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times;" mce_style="font-family:Times;"&gt;have the courage to sometimes say:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times;" mce_style="font-family:Times;"&gt;&lt;b&gt;I don’t know&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times;" mce_style="font-family:Times;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;" mce_style="font-style:normal;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times;" mce_style="font-family:Times;"&gt;..." (You may not be able to change the world but can at least get some entertainment &amp; make a living out of the epistemic arrogance of the human race).-- quoted by Nassim Nicholas Taleb&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Saya sedikit tergelitik salah satu cerita pendek pada hasil karya tulisan Nassim Nicholas Thaleb yang menceritakan mengenai seseorang pengacara yang bernama Mac yang telah sukses sebagai lulusan universitas terbaik di Amerika Serikat (Yale &amp; Harvard) dan tinggal di kawasan elit di upper Manhattan (New York)  namun harus bercerai dengan istri pertamanya yang bernama Janet, karena Janet tidak merasa bahagia dan kurang perhatian dari suamiya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal dibandingkan dengan teman-temannya terutama dari bangku SMA, Mac termasuk dalam kategori 99,5% tersukses dari sisi karir dan material, kemudian dibandingkan dengan teman-teman kuliahnya  mungkin Ia masuk golongan di atas 60% dalam hal kesuksesan. Dan tentunya Mac termasuk golongan tersukses apabila dibandingkan koleganya sebagai seorang warga negara Amerika Serikat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun prestasi karir seperti ini  menjadi biasa saja ketika Mac &amp; Janet pindah ke kawasan elit di Upper Manhattan.  Lokasi tempat tinggal ini memang  tidak jauh dari tempat kerjanya si Mac, dan  Mac sangat terbantu karena lokasi yang strategis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangkali istrinya (menurut penulis) tidak melihat kesuksesan dari sisi kesuksesan yang telah dicapai tetapi melihat kesuksesan Mac relatif pada lingkungan tempat tinggalnya di kawasan &lt;i&gt;Upper Manhattan&lt;/i&gt;.  Orang-orang yang tinggal di lokasi itu termasuk sukses dan tidak ada satu pun orang-orang yang tinggal di daerah itu dikenal sebagai &lt;i&gt;pecundang&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Performa Mac tentunya menjadi biasa-biasa aja dan istrinya meninggalkannya, bahkan kemudian Janet menikah dengan orang lain yang memiliki profesi yang sama seperti Mac namun nampaknya Janet merasa lebih bahagia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-285" title="randomness1" src="http://ghifi.wordpress.com/files/2009/03/randomness1.jpg?w=298" mce_src="http://ghifi.wordpress.com/files/2009/03/randomness1.jpg?w=298" alt="randomness1" width="298" height="300"&gt;Menurut Penulis (baca: Nassim Nicholas Taleb) si  istri tidak dapat membedakan antara kemungkintan-kemungkinan (probabilitas) dan &lt;i&gt;keacakan (randomness) dalam kehidupan&lt;/i&gt;, sehingga si istri terperangkap dalam keacakan dalam kehidupannya.  Kalau saja  dia bisa memahami adanya kemungkinan-kemungkinan  yang telah dicapai oleh Mac, sebagai contohya apabila si Mac tinggal di wilayah lain yang tidak se-&lt;i&gt;glamour Upper Manhattan&lt;/i&gt; barangkali keluarga Mac dan Janet terlihat paling berhasil dan Janet akan menghargai kesuksesan suaminya itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun siapa tahu di balik semua itu barangkali memang sebenarnya manusia mudah terperangkap dengan "fakta nyata"yang dihadapkan padanya, serta tidak dapat dengan mudah melihat sesuatu yang abstrak di luar fakta yang ada. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda akan mengambil sikap yang sama seperti Janet?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;Wallahu 'alam bi showab     &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-1792084736164028861?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/1792084736164028861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=1792084736164028861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/1792084736164028861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/1792084736164028861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2009/03/short-story-about-little-happiness.html' title='A Short Story About Little Happiness'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-3630317733092472056</id><published>2009-03-20T12:38:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T16:39:35.375-07:00</updated><title type='text'>Tahun 2009 Apakah Akan Menjadi Tahun yang Sulit Bagi Dunia Perbankan di Indonesia?</title><content type='html'>  &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-246" title="bank" src="http://ghifi.wordpress.com/files/2009/03/bank.jpg" mce_src="http://ghifi.wordpress.com/files/2009/03/bank.jpg" alt="bank" height="135" width="90"&gt;Assalammu'alaikum Wr. Wb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti sudah kita ketahui bahwa suku bunga BI telah diturunkan menjadi 7,75% yang seharusnya diikuti oleh penurunan suku bunga kredit dari perbankan yang sekarang masih nangkring di level 15-16%.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Net loan pada perbankan akan mengalami penurunan, karena industri perbankan tidak bisa dipaksa untuk mengeluarkan kredit di masa krisis seperti ini.  Debitur yang baik berusaha mengurangi pinjaman kepada perbankan, dan perbankan tidak mau memberikan kredit kepada debitur nakal.  Biaya provisi dan biaya operasi lainnya juga akan bertambah karena mereka enggan menurunkan suku bunga.  Perbankan benar-benar dalam keadaan sulit terutama lagi apabila industri ini tidak dibantu oleh pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditambah lagi dengan turunnya BI Rate di atas maka korporasi dan negara juga berlomba-lomba untuk menerbitkan surat hutang baru (obligasi/bond) baik konvensional maupun sukuk.  Terutama bagi korporasi yang sebagian besar obligasnya akan jatuh tempo di tahun 2009 ini, kemungkinan korporasi akan menerbitkan obligasi baru untuk membayar obligasi yang jatuh tempo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah melalui kesepakatan pada pertemuan G20 yang harus menyiapkan dana stimulus untuk meredam krisis hingga 2% dari GDP, juga akan menerbitkan instrumen-instrumen surat berharga seperti sukuk global, samurai bond, Islamic Treasury Bills yang akan menyerap likuiditas dari pasar dengan menjanjikan yield yang lebih tinggi dibandingkan dengan Deposito.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Analisa yang menarik adanya kemungkinan M&amp;A (baca: Merger dan Akuisisi) pada industri keuangan di Indonesia untuk mengatasi berbagai risiko seperti risiko likuiditas, kredit, suku bunga dan lain sebagainya.  Dengan adanya M&amp;A juga akan menarik investor luar untuk menanamkan dananya pada industri perbankan nasional, paling tidak setiap individu/institusi memberikan kontribusinya pada masa krisis tidak hanya mengandalkan pemerintah yang sudah bekerja keras untuk memberikan stimulus pada industri yang memang membutuhkan atau pun rakyat yang terkena dampak PHK atau program kesehatan dan pendidikan yang memang memerlukan perhatian penuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka tahun 2009 ini menjadi tahun yang cukup menentukan apakah industri ini, apakah bisa bertahan dalam badai yang besar?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wallahu'alam bi showab&lt;/p&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-3630317733092472056?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/3630317733092472056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=3630317733092472056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/3630317733092472056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/3630317733092472056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2009/03/tahun-2009-apakah-akan-menjadi-tahun.html' title='Tahun 2009 Apakah Akan Menjadi Tahun yang Sulit Bagi Dunia Perbankan di Indonesia?'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-1635558311843356886</id><published>2009-03-20T12:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T16:35:58.119-07:00</updated><title type='text'>Industri Retail Akankah Tergerus oleh Krisis di Tahun 2009?</title><content type='html'>  &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-258" title="ad" src="http://ghifi.wordpress.com/files/2009/03/ad.jpg" mce_src="http://ghifi.wordpress.com/files/2009/03/ad.jpg" alt="ad" height="87" width="124"&gt;Assalammu'alakum Wr. Wb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menulis mengenai performa industri yang dikaitkan dengan marketing sebenarnya sangat menarik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa krisis ini benar-benar mengandalkan sektor konsumsi terutama konsumsi dalam negeri. Pada kasus ini industri retail menjadi salah satu sektor penting yang akan mendukung ekonomi Indonesia.  Walaupun pada tahun ini industri retail nasional diprediksikan akan tetap bertumbuh namun pertumbuhannya tidak akan siknifikan, menurut Aprindo pertumbuhan industri ini hanya mencapai 5-10% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 20%.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi masyarakat di luar jawa yang mengandalkan industri pertanian dan pertambangan akan mengalami penurunun purchasing power, padahal kontribusi masyarakat di luar pulau jawa terhadap industri retail begitu siknifikan yaitu mencapai 41% dari seluruh pasar.  Jakarta sendiri memberikan kontribusi terhadap pangsa pasar hingga 34% sedangkan sisanya di seluruh wilayah pulau jawa mencapai 25%.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara demografi karakter konsumsi masyarakat akan berubah yaitu mereka akan membelanjakan uangnya untuk membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari dibandingkan dengan barang-barang bukan primer seperti fashion dan produk-produk elektronik.&lt;br&gt; Menurut data yang dikeluarkan oleh AC Nielsen pertumbuhan penjualan untuk 54 produk kategori menunjukkan tendensi menurun pada kuartal 4 tahun 2008.  Padahal produk grocery ini memberikan kontribusi hingga 65% dari total penjualan pada industri retail modern.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kompetisi diantara industri retail modern juga menjadi semakin keras sejak beberapa tahun belakangan.  Hypermarket dan minimarket bertumbuh cukup siknifikan sejak tahun 2003-2007 sebesar 29,3% dan 16,6% dibandingkan dengan supermarket yang hanya 13% atau pusat perbelanjaan yang hanya 5,7%. Menurut Aprindo penjualan pada supermarket akan cenderung melambat sedangkan hypermarket dan minimarket akan makin berkembang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mendukung hipotesa ini berdasarkan data penjualan dari Alfamart (format minimarket) dan Matahari hypermarket (format hypermarket) menunjukkan pertumbuhan tahunan secara compounding (CAGR) pada tahun 2006-2008 mencapai 29,4% dan 35% sedangkan Matahari supermarket malahan -14,8%.&lt;br&gt; Hypermarket cenderung dipilih oleh para konsumen karena mereka memberikan format “one stop shopping” yang memberikan berbagai macam produk pada harga yang lebih murah, dan ketersediaan stok.  Hypermarket sangat strategis dari sisi letak, nyaman, dan memiliki lapangan parkir yang luas, ini mengapa konsumen lebih menykai haypermarket.&lt;br&gt; Sekarang berkembang model multiformat yaitu hypermarket melakukan ekspansi dengan membeli supermarket sebagai contoh Carrefour Indonesia.  Atau seperti Matahari yang memiliki hypermarket, supermarket dan departemen store pada saat yang bersamaan.&lt;br&gt; Melihat kecenderungan ini, industri ini dikuasai oleh hanya beberapa pengusaha (oligopoly) yang menyebabkan posisi retailer relatif lebih kuat dibandingkan dengan posisi supplier.&lt;br&gt; Kompetisi pada indutri retail modern juga diwarnai oleh kompetisi oleh retailer asing dan lokal terutama menurut Perpres No. 77/2007 yang memungkinkan asing untuk melakukan investasi langsung pada bisnis supermarket pada area 400-5000m2. Sesuai dengan peraturan pemerintah ini dibolehkan untuk mendapatkan 100% share.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Retailer lokal yang tadinya menguasai pasar di beberapa lokasi akan menambah kompetisi pada industri retail modern.  Di Jawa Barat ada Yogya dan Borobudur yang memiliki outlet-outlet di luar jawa.  Namun masalah klasik mengenai kompetisi antara retailer tradisional dan modern tetap masih timbul walaupun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan zoning.  Kebijakan zoning adalah sebuah system yang membatasi industri retail modern untuk beroperasi sehingga retail tradisional dapat terlindungi dari kompetisi langsung dengan retailer modern.  Persyaratan utama pada kebijakan ini adalah melaukan pemetaan mengenai zona yang potensial yang dapat dimasuki oleh industri retail modern.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kondisi pelemahan mata uang rupiah belakangan ini maka industri retail yang mengandalkan import akan sangat tertekan.  Sebagai contoh Mitra Adiperkasa yang memegang lisensi beberapa merek internasional seperti Nine, west, Next, Nautica, Lacoste,Spalding, Kipling, Zara, dll. Namun dengan &lt;i&gt;market targeting&lt;/i&gt; dan segmentasi pasar yang baik, serta program-program marketing atau pun promosi yang dilakukan oleh para pemegang lisensi brand ini di beberapa surat kabar sangat efektif untuk meningkatkan penjualan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan kita lihat apakah industri yang sangat penting ini akan tetap bertahan di masa sulit seperti sekarang ini, apalagi ajakan untuk pemerintah maupun masyarakat untuk lebih mengkonsumsi produk dalam negeri, walaupun dari sisi kualitas produk-produk dalam negeri ini tidak kalah namun dari sisi program dan promosi sepertinya produk-produk import masih mendominasi industri retail nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wallahu'alam bi showab&lt;/p&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-1635558311843356886?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/1635558311843356886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=1635558311843356886' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/1635558311843356886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/1635558311843356886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2009/03/industri-retail-akankah-tergerus-oleh.html' title='Industri Retail Akankah Tergerus oleh Krisis di Tahun 2009?'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-2587761619118883617</id><published>2009-03-06T18:27:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T23:27:57.078-08:00</updated><title type='text'>Pertumbuhan Ekonomi dan Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ghifi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SbIhZQoKCGAAAHwQGsE1/half-full-empty.jpg?et=E45W8tYvqYDvCizNHaj9Hw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;Assalammu'alaikum Wr. Wb.  &lt;p&gt;Membaca beberapa tulisan sebelumnya bahwa uang sangat terbatas dalam menjawab kunci kebahagiaan.  Hal ini bisa berarti sebuah negara yang menginginkan kebahagiaan warganya maka yang dikejar sebenarnya bukanlah pertumbuhan ekonomi (baca: GNP) yang tinggi, melainkan digantikan dengan investasi uang, tenaga, dan pikiran yang memprioritaskan dan mempromosikan kepemimpinan yang baik dan terbuka, kebebasan dalam berbangsa dan bernegara, demokrasi, serta menjamin  keselamatan atau memberikan perlindungan kepada khalayak publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun jika suatu negara ingin membeli pertumbuhan, maka negara tersebut harus mulai melihat tingkah laku manusia.  Kebanyakan tingkah laku ini adalah &lt;em&gt;tidak waras&lt;/em&gt; misalnya ketika orang-orang bekerja lebih keras dan lebih lama dalam waktu bertahun-tahun hanya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan keuangan.  Pertumbuhan ekonomi suatu negara akan meningkat ketika masyarakatnya terdilusi akan kepercayaan bahwa dengan mereka memiliki kekayaan lebih banyak akan membuat mereka lebih bahagia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ekonomi suatu negara akan bertumbuh ketika masyarakatnya berusaha keras untuk mencapai pertumbuhan, namun alasan utama orang-orang ini berusaha keras adalah karena untuk mencapai kebahagiaan diri mereka sendiri.  Maka adalah penting bahwa diri mereka percaya dengan sebuah ide yang menjunjung tinggi dengan memproduksi dan mengkonsumsi lebih banyak akan membuat diri mereka lebih bahagia.  Dengan kata lain jika kita ingin menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi negara kita, maka lupakanlah ide bahwa uang tidak membeli kebahagiaan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: small;FONT-FAMILY: Times New Roman;" mce_style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"&gt;Wallahu’alam bi showab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-2587761619118883617?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/2587761619118883617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=2587761619118883617' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/2587761619118883617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/2587761619118883617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2009/03/pertumbuhan-ekonomi-dan-kebahagiaan.html' title='Pertumbuhan Ekonomi dan Kebahagiaan'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-3398654430791067983</id><published>2008-12-08T20:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T02:46:32.383-08:00</updated><title type='text'>Turunnya Harga BBM dan Imbasnya Bagi Ekonomi Indonesia</title><content type='html'>            &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ghifi.multiply.com/photos/hi-res/upload/ST5KegoKCGAAABoRXrQ1"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ghifi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/ST5KegoKCGAAABoRXrQ1/keefe-crude-oil-prices.jpg?et=GTAq3CNOeqszhZGT2xdmpg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Assalammu'alaikum wr. wb.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhir-akhir ini cukup ramai di mass media membicaraan mengenai turunnya harga BBM terutama untuk harga BBM jenis Premium dan Solar karena harga US$ / Barrel terus menurun.  Namun kalau kita lihat sebenarnya turunnya BBM tidak banyak berdampak secara ekonomi karena biaya transport umum yang sudah mengalami kenaikan, mereka pasti akan enggan untuk turun apalagi apabila penurunan harga BBM yang terjadi saat ini hanya berlangsung sementara dan tidak dalam jangka waktu yang lama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moral hazard&lt;/span&gt; akan turunnya harga BBM adalah konsumsi masyarakat yang meningkat karena mungkin berpikiran mumpung harga BBM sedang turun, kesempatan untuk bisa menimbun kalau-kalau harga BBM naik lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Satu dampaknya maka terjadilah kelangkaan karena konsumsi masyarakat meningkat drastis dari yang normalnya.  Terpaksa karena risiko reputasi yang dialami oleh Pertamina imbas dari pemberitaan negatif di mass media, tidak ada pilihan lain dari Pertamina untuk mengimpor BBM dalam jumlah yang lebih besar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Secara makro ekonomi, hal ini akan berdampak pada cadangan devisa terutama cadangan US Dollar yang harus digunakan untuk melakukan impor BBM yang nilainya cukup besar.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artinya cadangan devisa bisa makin terkuras akibat perilaku seperti ini&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemerintah sudah mengalami ambigu, karena pada satu sisi apabila harga BBM tidak diturunkan maka akan mendapatkan cemooh dari Mass Media bahwa harga BBM seharusnya turun, belum lagi cemooh karena dianggap tidak siap menghadapi perilaku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moral hazard&lt;/span&gt; ketika konsumsi masyarakat bergejolak naik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemerintah juga akan mendapatkan tekanan untuk mencadangkan anggaran apabila harga BBM kembali naik di atas harga pasar sekarang.  Energi dan pikiran pemerintah tersedot untuk mengurusi permasalahan BBM dan akibatnya usaha untuk menyelamatkan ekonomi riil menjadi prioritas kedua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barangkali satu hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah bahwa sebenarnya dengan harga BBM yang seperti sekarang ini pemerintah punya ruang gerak yang lebih karena anggaran subsidi BBM menjadi berkurang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barangkali momentum ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa harga BBM sudah mengikuti harga pasar dan anggaran subsidi dapat dialihkan kepada sektor publik yang lebih membutuhkan, seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur publik dan peningkatan lingkungan hidup&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang berkesinambungan&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apabila masyarakat dapat memahami langkah pemerintah maka mereka juga akan mendapatkan semacam motivasi (paling tidak) kalau pun tidak mengurangi konsumsi BBM, ketika harga BBM naik kembali tidak terjadi protes atau bahkan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; social unrest&lt;/span&gt;, karena mereka juga sadar bahwa BBM telah menjadi komoditas yang mahal dan dapat berdampak pada para ekonomi sebuah negara secara keseluruhan.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulannya,&lt;/span&gt; apabila masyarakat kita sadar dua hal keuntungan yang akan didapat, yaitu:&lt;br&gt;1. Pemerintah tidak perlu menumpuk cadangan devisa US Dollar, dan dapat dipergunakan untuk keperluan yang lebih mendesak&lt;br&gt;2. Anggaran Subsidi dapat dialihkan kepada sektor riil dan sektor yang lebih produktif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun tentunya usaha sosialisasi ini tidaklah mudah karena pola konsumsi masyarakat kita yang berlebihan, dan kita belum cukup dianggap memiliki budaya untuk memikirkan kepentingan bersama bangsa ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;wallahu'alam bi showab&lt;br&gt;ghifi.multiply.com&lt;br&gt;         &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-3398654430791067983?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/3398654430791067983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=3398654430791067983' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/3398654430791067983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/3398654430791067983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/12/turunnya-harga-bbm-dan-imbasnya-bagi.html' title='Turunnya Harga BBM dan Imbasnya Bagi Ekonomi Indonesia'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-7513848723560679709</id><published>2008-12-06T16:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-06T21:14:50.601-08:00</updated><title type='text'>Apakah Diperlukan Seorang Nabi Untuk Memprediksi dan Menghindari Krisis?</title><content type='html'>        &lt;font style="font-weight: bold;font-family: trebuchet ms;color: rgb(255, 0, 0);" size="6"&gt;A&lt;/font&gt;pakah krisis hari ini dapat diprediksi dan dihindari?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oleh Joseph E. Stiglitz&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagi para pemegang kebijakan yang memaksakan kebijakan deregulasi telah menyebabkan kemorat-maritan ini yang beragumanetasi bahwa para pengkritisi melihat dunia dengan pemahaman 20/20. Pastinya para ekonom lebih berhasil memprediksikan masa lalu daripada masa depan.  Karena argumentasi ini maka ekonom status quo memberikan argumentasi bahwa krisis berikutnya tidak dapat diprediksikan dan akan berbeda dibandingkan dengan krisis pada hari ini sehingga regulasi yang diberikan tidak efektif bahkan bisa kontra produktif.  Para pendukung anti regulasi terlalu jauh menyimpulkan argumentasinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Membaca kembali beberapa tulisan saya dalam rangka mempersiapkan publikasi volume ke-2 dari beberapa pekerjaan saya oleh Oxford University Press,  Setelah melihat sebuah paper yang ditulis hampir 20 tahun yang lalu, yang mengomentari pada waktu itu baru saja dimulai – sekuritisasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya sangat kaget dengan apa yang sudah saya tulis.  Tulisan tersebut mencari kepastian apakah switching merupakan inovasi yang efisien atau karena pada kenyataannya dimotivasi oleh masalah yang berkaitan dengan corporate governance, di mana  ada dua paragraph yang secara spesifik memberikan poin:&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Bukti ketidakkompetenan perbankan yang menyebabkan bencana seperti pinjaman real estat, pinjaman kepada Negara berkembang, pinjaman kepada perusahaan minyak dan gas memberikan kasus yang jelas mengenai ketidakkompetenan perbankan. Kegagalan ini tentunya bisa saja merupakan nasib buruk namun hal tersebut  bukan merupakan penjelasan.  Hal ini sangat berkaitan dengan insentif yang diasosiasikan dengan korporasi yang memiliki leverage yang tinggi yang beroperasi di dalam lingkungan deposit yang digaransi.  Namun masalah yang sebenarnya adalah lebih dari itu dimana paling tidak perbankan telah mendemonstrasikan ketidakpedulian mengenai dua dasar aspek dari risiko yaitu:&lt;br&gt;o    Pentingnya korelasi&lt;br&gt;o    Dan kemungkinan penurunan harga”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian saya memberikan rekomendasi bahwa begitu sulit untuk mempercayai “rasionalitas” pasar yang terlihat melakukan diskon mengenai kemungkinan sebuah resesi yang utama (mayor).  Dan semua ini ditulis sebelum kejadian pinjaman buruk yang diasosiasikan dengan Mexico, Asia timur, Rusia, Brazil dan Argentina.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya menjelaskan bagaimana sekuritisasi dapat meningkatkan insentif yang kurang rasional yaitu ketika bank mendapatkan kembali KPR yang mereka berikan, mereka mendapatkan insentif lebih untuk melakukan screening terhadap aplikasi pinjaman.  Broker yang mengeluarkan KPR mendapatkan komisi pada pinjaman yang mereka berikan dengan sedikit atau tidak ada akuntabilitas sama sekali terhadap efisiensi pada screening.  Insentif mereka hanya memastikan bahwa pinjaman sesual (paper work) dengan prasyarat pada pinjaman.  Broker memiliki insentif  untuk menemukan seorang appraisal yang akan melakukan appraisal pada sebuah property sesuai dengan prasyarat di paper work  tanpa mempertanyakan keabsahannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Pertanyaannya adalah apakah pertumbuhan sekuritisasi adalah hasil dari teknologi transaksi yang lebih efisien atau penurunan pentingnya kualitas dilakukannya screening pada aplikasi pinjaman?”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barangkali terlalu dini untuk menilai akan tetapi kita seharusnya paling tidak mencurigai alas an yang kedua dibandingkan dengan alas an yang pertama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sekarang kita tahu jawabannya.  Saya beragumentasi bahwa switching mungkin sebenarya  menimbulkan utilisasi yang tidak efisien pada sumber daya finansial dan meningkatkan fluktuasi siklikal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seringkali kita melihat dunia melihat melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bola kristal&lt;/span&gt;, memperhatikan ketidakmudahan dalam beberapa hal yaitu masyarakat kita atau ekonomi bergulir.  Akan tetapi krisis sebenarnya bisa dihadiri.  Saya telah memperingatkan dua puluh tahun lalu akan kebutuhan regulasi pemerintah yang lebih besar pada sekuritisasi KPR.  Saya tidak berpikir bahwa prediksi saya terlihat brilliant.  Ekonom lainnya juga merasakan hal yang sama.  Teori Ekonomi dan pengalaman di masa lampau membuat risiko terlihat jelas.  Namun sayangnya seruan untuk memberikan regulasi pada sekuritisasi KPR tidak pernah didengar pada saat itu.  Mari berharap bahwa sekarang adalah menjadi berbeda.  Krisis berikutnya akan berbeda dari krisis pada hari ini, namun saya akan melihat regulasi yang tepat dan saya ingin melihat bahwa regulasi yang tepat memang terimplementasikan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Referensi:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Stiglitz, Joseph (1992) “Banks versus Markets&lt;br&gt;as Mechanisms for Allocating and Coordinating&lt;br&gt;Investment,” in J. Roumasset and S. Barr (ed.)&lt;br&gt;The Economics of Cooperation. Boulder: Westview&lt;br&gt;Press, Inc. (Paper originally presented at a&lt;br&gt;conference at the University of Hawaii, January,&lt;br&gt;1990.)&lt;br&gt;&lt;br&gt;       &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-7513848723560679709?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/7513848723560679709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=7513848723560679709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/7513848723560679709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/7513848723560679709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/12/apakah-diperlukan-seorang-nabi-untuk.html' title='Apakah Diperlukan Seorang Nabi Untuk Memprediksi dan Menghindari Krisis?'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-1078161791111618823</id><published>2008-12-01T21:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T02:10:10.043-08:00</updated><title type='text'>Sukuk..., Apakah Dapat Menjadi Penyelamat Pembiayaan Defisit Neraca Perdagangan Pemerintah Indonesia?</title><content type='html'>        Assalammu'alaikum Wr. Wb.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sudah sering saya menulis, menyadur, menterjemahkan dan menafsirkan berbagai isu ekonomi yang sifatnya makro pada ekonomi konvensional.  Sepertinya solusi yang diberikan oleh ekonomi konvensional lebih banyak menitikberatkan pada negara-negara dengan skala ekonomi yang besar seperti Amerika, China, dan Jepang, dan mungkin kurang peduli dengan negara-negara berkembang yang terkena imbas dari krisis yang disebabkan oleh negara-negara kaya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasanya ingin juga membahas mengenai solusi dari Ekonomi Islam kepada ekonomi Indonesia, apalagi sekarang ini neraca perdagangan negara Indonesia mengalami defisit, dan karena risk premium (semacam tambahan return yang dibutuhkan yang disesuaikan dengan risiko market pada negara tersebut) mengalami kenaikan secara tidak langsung karena risiko sistemik negara-negara maju juga mengalami kenaikan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Solusi menggunakan pembiayaan surat utang konvensional seperti SUN dan SPBN sudah mulai dikurangi hingga 50% karena kondisi market yang sedang pesimis.  Namun apabila melihat negara-negara yang mengalami surplus neraca perdagangan seperti Jepang, China, dan Negara-Negara Timur tengah alternatif pembiayaan yang dapat digunakan adalah melalui sukuk, yang dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai sertifikat pembiyaan dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Islamic Finance&lt;/span&gt; mirip dengan obligasi (bond) dalam dunia konvensional.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelum kita berbicara perbedaan antara pembiayaan melalui Sukuk dengan obligasi, kita bicarakan dahulu mengapa harus Sukuk? Sukuk sendiri merupakan instrumen pada pembiayaan berbasiskan syariah yang tidak menggunakan mekanisme &lt;span style="font-style: italic;"&gt;suku bunga &lt;/span&gt;seperti obligasi (bond).  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sukuk berbeda dengan obligasi dimana selain tidak menggunakan suku bunga tetapi juga terdapat adanya underlying asset sebagai basis transaksinya. Sukuk juga harus tunduk (mengikuti compliance) pada aturan syariah dan menghindari transaksi yang haram, seperti perusahaan-perusahaan yang memiliki bisnis seperti minuman keras, sex, rokok, dan menghindari perusahaan yang memiliki bisnis maysir seperti judi, dan bisnis ribawi seperti perbankan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang menarik dari instrumen sukuk ini seperti yang sudah disebutkan, adalah adanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;underlying asset&lt;/span&gt; berarti sukuk juga hanya bisa digunakan untuk membiayai sektor riil dan tidak boleh digunakan untuk spekulasi (gharar) ataupun "gali lubang tutup lubang (membayar utang yang jatuh tempo)".&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sektor riil yang dapat dibiayai juga termasuk sektor-sektor publik seperti pembangunan rumah sakit yang sebenarnya sudah pernah dilakukan di Qatar dan Malaysia.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sukuk ini juga sifatnya likuid dan memiliki jatuh tempo.  Pemerintah Indonesia berencana untuk mengeluarkan dua macam sukuk yaitu Sukuk Global untuk menarik dana-dana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Petrol Dollar&lt;/span&gt; dari Timur Tengah terutamanya, dan Sukuk Ritel untuk memberikan alternatif kepada masyarakat yang ingin berinvestasi di pembiayaan syariah melihat pasar yang ada yakni 90% jumlah penduduk Indonesia adalah Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Peluang dari sukuk ini cukup besar, walaupun kondisi global masih diliputi resesi, akan tetapi negara-negara yang tidak mengalami resesi juga cukup banyak termasuk Negara Timur Tengah dan Negara-Negara Eropa yang memiliki ketertarikan untuk mendervisifikasi portfolio investasinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penulis yakin bahwa Sukuk baik SBSN, Sukuk Global dan Sukuk Ritel memiliki potensi yang sangat besar sebagai alternatif pembiayaan neraca perdagangan pemerintah Indonesia.  Ditambah lagi bahwa dengan Sukuk yang mengharuskan terdapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;underlying asset&lt;/span&gt;, maka pembangunan dan proyek-proyek untuk kepentingan publik dan komersial dapat lebih berkembang yang pada akhirnya dapat membuka lapangan kerja baru karena sektor riil akhirnya dapat bergulir.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;wallahu'alam bi showab&lt;br&gt;ghifi.multiply.com&lt;br&gt;       &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-1078161791111618823?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/1078161791111618823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=1078161791111618823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/1078161791111618823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/1078161791111618823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/12/sukuk-apakah-dapat-menjadi-penyelamat_01.html' title='Sukuk..., Apakah Dapat Menjadi Penyelamat Pembiayaan Defisit Neraca Perdagangan Pemerintah Indonesia?'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-306425814151114936</id><published>2008-12-01T21:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T02:07:27.870-08:00</updated><title type='text'>Sukuk..., Apakah Dapat Menjadi Penyelamat Pembiayaan Defisit Neraca Perdagangan Pemerintah Indonesia?</title><content type='html'>    Assalammu'alaikum Wr. Wb.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sudah sering saya menulis, menyadur, menterjemahkan dan menafsirkan berbagai isu ekonomi yang sifatnya makro pada ekonomi konvensional.  Sepertinya solusi yang diberikan oleh ekonomi konvensional lebih banyak menitikberatkan pada negara-negara dengan skala ekonomi yang besar seperti Amerika, China, dan Jepang, dan mungkin kurang peduli dengan negara-negara berkembang yang terkena imbas dari krisis yang disebabkan oleh negara-negara kaya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasanya ingin juga membahas mengenai solusi dari Ekonomi Islam kepada ekonomi Indonesia, apalagi sekarang ini neraca perdagangan negara Indonesia mengalami defisit, dan karena risk premium (semacam tambahan return yang dibutuhkan yang disesuaikan dengan risiko market pada negara tersebut) mengalami kenaikan secara tidak langsung karena risiko sistemik negara-negara maju juga mengalami kenaikan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Solusi menggunakan pembiayaan surat utang konvensional seperti SUN dan SPBN sudah mulai dikurangi hingga 50% karena kondisi market yang sedang pesimis.  Namun apabila melihat negara-negara yang mengalami surplus neraca perdagangan seperti Jepang, China, dan Negara-Negara Timur tengah alternatif pembiayaan yang dapat digunakan adalah melalui sukuk, yang dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai sertifikat pembiyaan dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Islamic Finance&lt;/span&gt; mirip dengan obligasi (bond) dalam dunia konvensional.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelum kita berbicara perbedaan antara pembiayaan melalui Sukuk dengan obligasi, kita bicarakan dahulu mengapa harus Sukuk? Sukuk sendiri merupakan instrumen pada pembiayaan berbasiskan syariah yang tidak menggunakan mekanisme &lt;span style="font-style: italic;"&gt;suku bunga &lt;/span&gt;seperti obligasi (bond).  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sukuk berbeda dengan obligasi dimana selain tidak menggunakan suku bunga tetapi juga terdapat adanya underlying asset sebagai basis transaksinya. Sukuk juga harus tunduk (mengikuti compliance) pada aturan syariah dan menghindari transaksi yang haram, seperti perusahaan-perusahaan yang memiliki bisnis seperti minuman keras, sex, rokok, dan menghindari perusahaan yang memiliki bisnis maysir seperti judi, dan bisnis ribawi seperti perbankan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang menarik dari instrumen sukuk ini seperti yang sudah disebutkan, adalah adanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;underlying asset&lt;/span&gt; berarti sukuk juga hanya bisa digunakan untuk membiayai sektor riil dan tidak boleh digunakan untuk spekulasi (gharar) ataupun "gali lubang tutup lubang (membayar utang yang jatuh tempo)".&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sektor riil yang dapat dibiayai juga termasuk sektor-sektor publik seperti pembangunan rumah sakit yang sebenarnya sudah pernah dilakukan di Qatar dan Malaysia.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sukuk ini juga sifatnya likuid dan memiliki jatuh tempo.  Pemerintah Indonesia berencana untuk mengeluarkan dua macam sukuk yaitu Sukuk Global untuk menarik dana-dana Petro Dollar dari Timur Tengah terutamanya, dan Sukuk Ritel untuk memberikan alternatif kepada masyarakat yang ingin berinvestasi di pembiayaan syariah melihat pasar yang ada yakni 90% jumlah penduduk Indonesia adalah Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Peluang dari sukuk ini cukup besar, walaupun kondisi global masih diliputi resesi, akan tetapi negara-negara yang tidak mengalami resesi juga cukup banyak termasuk Negara Timur Tengah dan Negara-Negara Eropa yang memiliki ketertarikan untuk mendervisifikasi portfolio investasinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penulis yakin bahwa Sukuk baik SBSN, Sukuk Global dan Sukuk Ritel memiliki potensi yang sangat besar sebagai alternatif pembiayaan neraca perdagangan pemerintah Indonesia.  Ditambah lagi bahwa dengan Sukuk yang mengharuskan terdapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;underlying asset&lt;/span&gt;, maka pembangunan dan proyek-proyek untuk kepentingan publik dan komersial dapat lebih berkembang yang pada akhirnya dapat membuka lapangan kerja baru karena sektor riil akhirnya dapat bergulir.&lt;br&gt;&lt;br&gt;wallahu'alam bi showab&lt;br&gt;ghifi.multiply.com&lt;br&gt;     &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-306425814151114936?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/306425814151114936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=306425814151114936' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/306425814151114936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/306425814151114936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/12/sukuk-apakah-dapat-menjadi-penyelamat.html' title='Sukuk..., Apakah Dapat Menjadi Penyelamat Pembiayaan Defisit Neraca Perdagangan Pemerintah Indonesia?'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-2610819317451134562</id><published>2008-12-01T11:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T16:49:38.770-08:00</updated><title type='text'>RUU SBSN - SlideShare</title><content type='html'>  &lt;a class="select" href="http://www.slideshare.net/zudin/ruu-sbsn"&gt;Link&lt;/a&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-2610819317451134562?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/2610819317451134562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=2610819317451134562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/2610819317451134562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/2610819317451134562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/12/ruu-sbsn-slideshare.html' title='RUU SBSN - SlideShare'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-3545260232496704739</id><published>2008-11-29T02:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T07:44:39.328-08:00</updated><title type='text'>Kehancuran Amerika, Kemenangan Cina?</title><content type='html'>Assalammu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara mengenai kondisi ekonomi global, tidak bisa lepas begitu saja dari peranan negara-negara Asia, khususnya China.  China adalah Negara besar dengan tradisi yang luar biasa di masa lalu maupun di masa yang akan datang.  Barangkali dengan kita belajar mengenai China, akan memberikan pelajaran yang sangat penting yang kita tidak akan dapatkan di masyarakat lainnya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha pemerintah AS untuk memberikan rencana bailout kepada system finansial Amerika, usaha pemerintahan  Bush ini mengingatkan kembali kejadian the Great Depression di tahun 1930an.  Akan tetapi untuk masyarakat Asia kehancuran ekonomi masih terdengar belum lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis finansial yang terjadi 10 tahun yang lalu membawa perbankan, korporasi dan pemerintahan dalam kehancuran.  Krisis yang dimulai oleh kolapsnya mata uang Bath Thailand di pertengahan tahun 1997.  Kemudian meluas ke belahan Asia timur lainnya dengan imbas terjadinya devaluasi mata uang Asia hingga mencapai Rusia dan Brazil.  Kesinambungan “keajaiban ekonomi” di Korea Selatan dan Hong Kong telah berakhir begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran penting yang dapat diambil dari krisis tersebut adalah melakukan penimbungan cadangan devisa.  Hal ini menjadi semacam kepercayaan pada pemerintahan di Asia Timur.  Di tahun 1990an, pertumbuhan ekonomi Asia yang cepat hanya memiliki cadangan yang kecil, walaupun pada saat itu ekspor dan investasi asing sangat pesat perkembangannya.  Ketika krisis datang di tahun 1997, kekurangan cadangan devisa mempersulit kemampuan pemerintah Asia untuk menyelamatkan perbankan, memaksa mereka untuk memohon pertolongan dari institusi internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi bail out dari IMF datang dengan banyak persyaratan termasuk paksaan untuk liberalisasi pasar  modal yang pada akhirnya menyebabkan krisis makin memburuk.  Bahkan negara-negara barat memberikan sebuah "panggilan" krisis finansial Asia sebagai Krisis IMF, kegagalan pemerintah dan keputusasaan ekonomi bersama IMF secara vital mengkonfirmasi  pentingnya mempertahankan cadangan devisa dalam jumlah besar, sebuah masalah tidak hanya menjaga kestabilan mata uang, akan tetapi juga kemerdekaan ekonomi sebuah Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Negara di Asia yang tidak terimbas oleh krisis finansial pada tahun 1997-1998 adalah China.  Banyak alasan mengapa hal ini terjadi terutama pada saat itu China sudah memiliki cadangan valuta asing sebesar 100 Miliar US Dollar dan menolak untuk merevaluasi mata uangnya ketika krisis menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu China secara agresif mendorong perkembangan ekonomi yang pesat, ekspor, dan model investasi untuk pembangunan ekonomi melalui pematokan mata uangnya dan memproduksi lebih banyak dari pada mengkonsumsi, cadangan devisa China bertumbuh menjadi monster menyentuh angka 1 Triliun US Dollar di tahun 2005.  Bahkan ketika China mendapatkan tekanan dari menteri keuangan AS untuk membiarkan mata uang Yuan mengambang terbatas di tahun 2005, cadangan devisa ini tumbuh hingga 200 Miliar US Dollar per tahun.  Dan 1.5 tahun belakang ini cadangan devisa China meroket hingga 1.8 Triliun US Dollar dan menjadi yang terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menjadi &lt;i&gt;paradox&lt;/i&gt; ketika cadangan devisa pada hari ini tidaklah kekayaan nyata yang dikembalikan ke dalam ekonomi dalam negeri, malahan cadangan devisa ini merupakan soft loan kepada pemerintah AS. Bahkan sebelum kehancuran Wall Street, terdapat consensus kuat di China bahwa cadangan devisa telah tumbuh jauh di atas yang dibutuhkan untuk menahan krisis seperti di tahun 1997.  Usulan untuk melakukan devesifikasi strategi investasi mulai menguat.  Investasi pada US Treasury Bill hanyalah menyebabkan kerugian karena adanya gap antara yield yang didapat dengan apresiasi mata uang Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penciptaan SWF sebesar 200 Miliar US Dollar, yang disebut dengan China Investment Corporation, Beijing memposisikan dirinya lebih ke investasi ekuitas (walaupun investasi pada Blackstone Group dan Morgan Stanley mendapatkan kritikan).  Andy Xie seorang ekonom dari Morgan Stanly memberikan usulan bahwa pemerintah seharusnya menjual asset US Dollarnya dalam  bentuk kepemilikan di perusahaan AS dalam skala besar, menantang AS untuk menyelesaikan masalah keetakutan untuk mencegah bencana kekurangan kapitalisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun banyak masyarakat di China mulai dari blogger yang nasionalis sampai dengan aktivis keadilan sosial memberikan kritikannya pada cadangan devisa yang sangat besar dari China.  Mengapa harus membantu memberikan pembiayaan kepada ekonomi AS yang berbasiskan utang, ketika kebutuhan rumah tangga sendiri masih jauh dari yang diharapkan?  China merupakan salah satu masyarakat yang egaliter pada akhir tahun 1985.  Hari ini China mengalami permasalahan adanya gap antara si kaya dan si miskin.  Hari ini gaya kapitalisme di China mempertontonkan perlawanannya pada ajaran dasar Konfusius yaitu: &lt;i&gt;&lt;b&gt;jangan khawatir terhadap kemiskinan, khawatirlah terhadap ketidakadilan.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan pesat infrastruktur fisik di kota-kota di China yang mengalami modernisasi yang luar biasa namun infrastruktur sosial dan lingkungan yang hancur, terutama populasi di pedesaan dan daerah terpencil.  Bertahun-tahun pemerintah pusat bicara mengenai keharmonisan sosial melalui system baru yaitu sistem layanan bersama kesehatan di pedesaan, melalui peningkatan anggaran untuk pendidikan menjadi 4% dari GDP dan menghilangkan SPP pendidikan, dan mengimplementasikan program pengembangan yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji ini begitu besar, tetapi tindakan pemerintah belum sepenuhnya terealisasi.  Dan biaya ekonomi karena keterbatasan akses kepada kesehatan, pendidikan di atas minimnya air bersih &amp; sumber air akan menyebabkan kerusakan dalam jangka menengah dan jangka panjang. Tantangan bagi China di masa yang akan datang adalah melepaskan diri untuk pembiayaan utang AS dan memulai investasi pada kesehatan, pendidikan, dan lingkungan bagi masyarakatnya. Pertumbuhan ekonomi tahunan mendekati 10% mejadi sesuatu yang ternyata mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari tulisan John Delury – Direktur China Boom Project pada Asia Society di New York&lt;br /&gt;ghifi.multiply.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-3545260232496704739?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/3545260232496704739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=3545260232496704739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/3545260232496704739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/3545260232496704739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/11/kehancuran-amerika-kemenangan-cina.html' title='Kehancuran Amerika, Kemenangan Cina?'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-5500699544707910156</id><published>2008-11-27T19:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T00:07:03.332-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Sistem baru yang dibutuhkan untuk Bantuan Pembiayaan Development Negara-Negara Miskin</title><content type='html'>    &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ghifi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SS@liwoKCGAAAA-3quU1/earth-institute.jpg?et=b8oSlCLIyfboDTDEiCQ89g&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:DoNotOptimizeForBrowser/&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif] --&gt; &lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face 	{font-family:"Arial Unicode MS"; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1 -369098753 63 0 4129279 0;} @font-face 	{font-family:"\@Arial Unicode MS"; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1 -369098753 63 0 4129279 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h2 	{margin-right:0in; 	mso-margin-top-alt:auto; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:2; 	font-size:18.0pt; 	font-family:"Arial Unicode MS"; 	font-weight:bold;} h3 	{margin-right:0in; 	mso-margin-top-alt:auto; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:13.5pt; 	font-family:"Arial Unicode MS"; 	font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{margin-right:0in; 	mso-margin-top-alt:auto; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Arial Unicode MS";} span.authortitle 	{mso-style-name:author_title;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;Oleh Jeffrey D. Sachs&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Para pemimpin Negara-negara dunia bertemu di Doha akhir minggu ini dalam rangka melakukan review system global untuk pembiayaan/financing pembangunan/development&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai sarana dimana sumber daya dapat mengalir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara global untuk mendukung pembangunan yang berkesinambungan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sistem mengalami kerusakan walaupun demikian undangan yang hadir tidak akan mengakuinya secara terang-terangan. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Sama seperti keharusan untuk melakukan overhaul regulasi pasar finansial kita juga harus melakukan overhaul terhadap pembiayaan development/pembangunan, jika kita akan menyelesaikan masalah kemiskinan, kelaparan dan perubahan iklim.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Pembiayaan untuk pengembangan melibatkan tiga proses utama: Bantuan pengembangan untuk Negara-negara termiskin, dimana mereka tidak bisa menarik perhatian pembiayaan berorientasi pasar untuk mendapatkan investasi yang dibutuhkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian investasi langsung maupun melalui portfolio utamanya untuk Negara berkembang dan Negara miskin yang memiliki sumber daya alam yang kaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan pembiayan komoditas public yang sifatnya global seperti mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Bantuan mengalir jauh di bawah level yang dijanjikan dan tidak dapat diprediksi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aliran pasar sangat terkonsentrasi di beberapa Negara saja dan sangat rentan terhadap reversal yang sifatnya panic; dan komoditas public yang sifatnya global dalam kondisi bahaya karena kurangnya pembiayaan, ada kemauan dari publik akan tetapi tidak tanpa dukungan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;!-- [if !supportEmptyParas] --&gt; &lt;!-- [endif] --&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Kemudian tidak ada dukungan akuntabilitas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika bantuan dijanjikan namun tidak direalisasikan, tidak ada seorang pun yang peduli kecuali Negara-negara miskin itu sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan seringkali Negara miskin dipersalahkan karena perbuatan mereka atau hal lainnya sebagai alasan mengapa bantuan tidak pernah datang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Para menteri pengembangan mengklaim bahwa mereka telah memberikan komitmennya seperti memberikan bantuan 2 kali lebih besar kepada Afrika hingga tahun 2010. walaupun para menteri keuangan mengurangi anggaran bantuan hingga separuhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Yang lebih mengagetkan lagi adalah bahwa Negara-negara kaya belum mampu mengatur dirinya sendiri untuk meningkatkan bantuan kepada Afrika sebesar 25 Miliar US Dollar (kurang dari 10 sen per ratusan US Dollar daripada income Negara-negara kaya), walaupun ketika memberikan komitmennya paling sedikit sebesar 2,5 Triliun US Dollar di bulan lalu untuk malakukan bail out kepada sector financial.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Reformasi arsitektur bantuan sebenarnya tidak mendapatkan dukungan secara politis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari Negara-negara kaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang-orang yang menghendaki reformasi bantuan umumnya menekankan pada “bantuan anggaran” kepada departemen keuangan Negara-negara miskin disbanding dengan “bantuan mengikat” dalam bentuk investasi projek yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan konstruksi dan sector industri atau dukungan yang memiliki target yang spesifik melalui dana global spesialisasi untuk pengendalian penyakit, pendidikan, pertanian, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Sektor industri di AS, Eropa dan Jepang bisa saja menjual pembangkit listrik, konstruksi jalan, fasilitas pelabuhan dan infrastruktur lainnya yang didukung oleh dana bantuan, tidak tertarik dan kehilangan kontak dengan dana pengembangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masyarakat Negara-negara kaya tidak mempercayai dukungan anggaran umum, karena mereka tidak mengetahui bagaimana uang mereka dipergunakan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Bantuan yang paling sukses di tahun-tahun belakangan ini ditargetkan melalui dana global untuk memberikan bantuan imunisasi kepada anak2, atau melawan AIDS, tuberculoses, dan Malaria.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masyarakat kemudian memahami lebih baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagaimana uangnya dapat membantu menyelamatkan nyawa manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bantuan dapat dihitung dalam bentuk tempat tidur, pengobatan antiretroviral, dan vaksin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasil-hasil yang diperoleh melalui pengurangan kematian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari malaria, penyakit menular, polio, dan penyakit lainnya yang mulai menjadi ancaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dana2 ini telah memenangkan hati masyarakat sehingga mau menambahkan pembiayaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Reformasi pertama dan yang sebenarnya daripada system bantuan harus menghubungkan kembali bantuan dengan input dan output yang dapat diukur, melalui dana global dan program2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Donor bantuan internasional seharusnya mengumpulkan dana mereka melalui dana global untuk pendidikan dasar, produksi makanan (benih dan pupuk kepada para petani miskin), air bersih, dan sanitasi, program perencanaan keluarga dan KB (melalui PBB, dana populasi), nutrisi (melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;UNICEF&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;World Food Programme&lt;/span&gt;), serta infrastruktur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masyarakat akan dapat melihat secara jelas bagaimana uang mereka digunakan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Projek akan dimonitor dan diaudit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keberhasilan dan Kegagalan akan lebih transparan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Reformasi yang kedua seharusnya mengikatkan kembali bantuan, sebagian, dengan mendorong agen-agen donor Negara untuk mendukung projek yang diberikan oleh perusahaan nasional.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Pemerintah China melakukan hal ini melalui investasi Miliar US Dollar ke seluruh Afrika, hingga manfaat dapat terlihat di penjuru Afrika.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Negara Jepang juga memiliki tradisi yang sukses memberikan bantuan di Asia Tenggara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Adanya resesi di Negara-negara maju, investasi langsung dari perusahaan-perusahaan &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Untuk membangun jalan yang urgensinya tinggi, pembangkit listrik, fasilitas pelabuhan, dan lainnya di Negara-negara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paling miskin akan memberikan hasil yang luar biasa: untuk pengembangan, untuk stimulus ekonomi makro, dan membangun dukungan politik domestik untuk menjaga komitmen bantuan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Tujuannya, tentunya seharusnya dapat membantu Negara-negara tersebut untuk tidak lagi mendapatkan bantuan dan berorientasi pasar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akan tetapi pembiayaan melalui pasar bebas kebanyakan hanya berkonsentrasi di emerging market yang terbatas dan Negara miskin dengan sumber daya alam yang kaya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Untuk memungkinkan ekspansi jangkauan dari pembiayaan berbasiskan pasar, salah satu kuncinya adalah pembangunan infrastruktur di Negara-negara miskin sehingga investasi berbasiskan pasar mendapatkan keuntungan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebijakaan keuangan dibutuhkan untuk mencegah pelarian modal dari aliran dana swasta, dimana kita sudah mengalaminya sejak hancurnya Lehman Brothers di bulan September 2008.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Barangkali langkah kuncinya adalah fasilitas swap dari bank sentral Negara kaya kepada Negara-negara berkembang, sehingga kepanikan pasar tidak menghabiskan pasar Negara berkembang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Dana pengembangan secara tradisional (ada reformasi atau tidak) dan pembiayaan berbasiskan pasar tidak akan membiayai global public good, seperti investasi besar untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim atau untuk melindungi kekayaan bio laut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita membutuhkan formasi baru pada pembiayaan global untuk kebutuhan riset, pengembangan, demo, pengembangan tekonologi energi yang dapat diperbaharui, seperti carbon capture dan sequestration (menghilangkan karbon), dan teknologi maju pada power generator.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Afrika memiliki potensi tenaga matahari cukup buat dirinya dan seluruh daratan Eropa, akan tetapi ini membutuhkan dukungan penelitian, engineering, dan pembiyaan baik swasta maupun Negara dalam skala regional, akan tetapi pembiayaan tersebut belum tersedia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Dana kecil seperti &lt;i&gt;Global Environmental Facility&lt;/i&gt; telah dibentuk untuk tujuan ini, namun mereka dalam kategori juta US dollar per tahun dibandingkan dengan 10 Miliar US Dollar yang dibutuhkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Inovasi di bidang pembiayaan adalah penting.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita harus mengadopsi pengurangan carbon secara global dengan setiap Negara memberikan beberapa dollar per ton pada CO2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang ditimbulkan untuk membiayai investasi global dalam rangka mitigasi dan adaptasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Swiss dan Norwegia saat ini telah mengajukan proposal tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Sebagai analogi pajak kecil untuk transportasi global dan transaksi pembiayaan global dapat menambahkan dana yang dibutuhkan oleh masyarakat internasional.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pajak tiket pesawat terbang sudah berfungsi dan dapat dikomplemen dengan pajak pada pengiriman internasional.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Overhaul pada system pembiayaan internasional sudah seharusnya dilakukan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Krisis financial sudah menyebabkan proses perubahan dimulai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak pembicaraan mengenai Betton Woods II.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dunia seharusnya menyadari bahwa kesepakatan Betton Woods melibatkan begitu banyak hal lebih dari sekedar regulasi financial, dan rekonstruksi pasca perang, pembangunan, dan perdagangan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Hari ini kita membutuhkan visi yang sama dimana system baru pada system pembiayaan untuk pengembangan harus menyelesaikan tantangan besar pada pengembangan yang berkesinambungan: pengangkatan kemiskinan, penanggulangan penyakit, perubahan cuaca, dan pasar keuangan global yang berfungsi untuk melayani semua Negara-negara, baik kaya maupun miskin.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;!-- [if !supportEmptyParas] --&gt; &lt;!-- [endif] --&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;Jeffrey D. Sachs is the director of the Earth Institute, Quetelet professor of sustainable development, and professor of health policy and management at Columbia University&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!-- [if !supportEmptyParas] --&gt; &lt;!-- [endif] --&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;       &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-5500699544707910156?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/5500699544707910156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=5500699544707910156' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/5500699544707910156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/5500699544707910156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/11/sebuah-sistem-baru-yang-dibutuhkan.html' title='Sebuah Sistem baru yang dibutuhkan untuk Bantuan Pembiayaan Development Negara-Negara Miskin'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-8244606769248830815</id><published>2008-11-25T17:54:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T22:54:06.915-08:00</updated><title type='text'>Akhirnya Apakah Pemerintah AS Menyelamatkan Pasar…? Atau Hanya Citigroup…?</title><content type='html'>    &lt;!-- [if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:DoNotOptimizeForBrowser/&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif] --&gt; &lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face 	{font-family:Cambria; 	mso-font-alt:"Calisto MT"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:Cambria; 	mso-fareast-font-family:Cambria; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.0pt 842.0pt; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Paman Sam akhirnya mulai menjual &lt;i&gt;systematic risk insurance&lt;/i&gt; melalui surat berharga dengan grade yang high yang ditukar dengan preferred stock.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini merupakan fungsi yang sangat penting pada pemerintah AS, karena Paman Sam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah satu-satunya pemain yang memiliki kemampuan melakukan &lt;i&gt;hedging&lt;/i&gt; pada &lt;i&gt;systemic risk&lt;/i&gt; karena dia adalah satu-satunya pemain yang mampu mengambil tindakan untuk menjaga agar system ekonomi secara keseluruhan pada jalan yang seharusnya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertanyaan sebenarnya sekarang adalah apakah pemrintah AS akan mulai menjual &lt;i&gt;system-risk insurance&lt;/i&gt; secara rutin dan membantu likuiditas Triliunan US Dollar sekuritas berbasikan &lt;i&gt;mortgage&lt;/i&gt; yang memiliki grade yang tinggi yang dimiliki oleh perbankan dan institusi finansial lainnya yang sangat membutuhkan dana untuk mendukung pembiayaan baru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Membuat perjanjian asuransi dengan beberapa pemain besar seperti Citigroup tidaklah sama dengan membuat perjanjian asuransi dengan semua pemain yaitu mengeluarkan surat berharga dengan grade yang tinggi sesuai harapan (conforming), sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan sekuritisasi pada kewajiban.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita menekankan pada kata-kata “sesuai harapan” karena sangat penting bagi pemerintah untuk mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membedakan surat berharga mana yang aman di bawah kondisi normal dan mana yang “&lt;i&gt;toxic&lt;/i&gt;” dan kemudian tidak lagi dipegang oleh institusi &lt;i&gt;intermediary&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti yang transaksi &lt;i&gt;underwriter&lt;/i&gt; asuransi, Paman Sam tidak hanya mengetahui dan menyetujui apa yang dia asuransikan, tetapi Dia juga harus memastikan bahwa adanya &lt;i&gt;deductible&lt;/i&gt; dan provisi asuransi secara bersama untuk mengurangi &lt;i&gt;moral hazad&lt;/i&gt; kepada nasabah yang diasuransikan. &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Moral hazard&lt;/i&gt; yang dimaksud disini adalah ketika institusi finansial mencoba menjual&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;loan&lt;/i&gt; dengan grade rendah sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;loan&lt;/span&gt; dengan grade tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kesepakatan akhir minggu dengan Citigroup merupakan instruksi dalam melakukan klasifikas alami asuransi yang pemerintah ingin jual secara rutin .&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kesepakatan untuk mendukung sejumlah 306 Miliar dollar MBS yang dimiliki oleh Citigroup menetapkan batas bawah nilai terbaik dari surat berharga tersebut yaitu sebesar 90 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cent per dollar&lt;/span&gt;. Kesepakatan mewakili penggunaan pertama dalam hal kemampuan memberikan asuransi yang diotorisasi oleh &lt;i&gt;Section 102&lt;/i&gt; pada TARP.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Struktur dari kesepakatan cukup kompleks, sehingga membutuhkan penyidikan untuk melihat secara akurat asuransi apa yang dijual dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada harga berapa. Kami diberitahu bahwa Citigroup sendiri harus menanggung kerugian sebear 29 Miliar &lt;i&gt;US Dollar&lt;/i&gt; (ditambah dengan kerugian cadangan yang ada pada pembukuannya) pada &lt;i&gt;cash flow&lt;/i&gt; yang harus dibayar pada 306 Miliar US Dollar pada &lt;i&gt;mortgage&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jumlah ini kasarnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah 10% &lt;i&gt;deductible&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apabila terjadi kerugian di atas 29 Miliar US Dollar maka akan dibagai antara pemerintah (90%) dan Citigroup (10%).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asuransi ini meruapakan asuransi bersama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asuransi ini akan berjalan selama 10 tahun ke depan, dan Citigroup membayar single premi sebesar 7 Miliar dollar untuknya menggunakan &lt;i&gt;preferred stock&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Artikel kami bersama Alistair Milne (&lt;i&gt;Recapitalizing the Bank is not enough&lt;/i&gt;) memberikan advokasi &lt;i&gt;deductible&lt;/i&gt;, bukan &lt;i&gt;co-pay&lt;/i&gt;, akan tetapi &lt;i&gt;co-pay&lt;/i&gt; sepertinya dalah ide yang bagus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti yang sudah diprediksikan kesepakatan asuransi dengan Citigroup telah mencairkan &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt;nya, dengan harga saham naik sebesar 53 sen segera setelah pengumuman kesepakatan oleh Citigroup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang memungkinkan &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt;nya yang diasuransikan sebagai &lt;i&gt;collateral&lt;/i&gt; (jaminan) untuk meminjam dalam bentuk &lt;i&gt;repo&lt;/i&gt; dan pasar &lt;i&gt;commercial paper&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan kesepakatan memungkinkan Citigroup menggunakan 306 Miliar US Dollar dari pada &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt;nya sebagai &lt;i&gt;collateral&lt;/i&gt; untuk meminjam dari bank Sentral pada suku bunga &lt;i&gt;overnight index swap &lt;/i&gt;(OIS)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditambah 300 basis poin, suku bunga saat ini dicharge pada ABC paper menggunakan fasilitas dana commercial paper bank sentral.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini memastikan likuiditas penuh pada &lt;i&gt;asset-asset&lt;/i&gt; tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada saat ini, hanya &lt;i&gt;asset-asset&lt;/i&gt; yang spesifik pada &lt;i&gt;balance sheet&lt;/i&gt; pada salah satu institusi yang mendapatkan dampak, namun struktur kesepakatan ini dapat dengan mudah diterapkan pada &lt;i&gt;class asset&lt;/i&gt; yang sama pada balance sheet manapun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Imbasnya akan mengerem nilai dari semua &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; class yang ada dan memulai kembali secondary market pada &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt;2 yang ada.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Struktur asuransi yang mirip dapat digunakan untuk mendukung valuasi surat berharga baru yang dikeluarkan pada &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; yang sama, sehingga memulai kembali pasar yang baru yang merupakan sumber utama kredit pada order finansial kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kesepakatan Citigroup bukanlah contoh yang pertama dari penjualan system risk default insurance oleh Paman Sam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Model 90/10 risk sharing pertama kali diterapkan pada Fasilitas Money Market Investor Funding.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dibawah platform tersebut MMMF menjal &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; pasar uang dengan grade tinggi kepada SPV (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Special Purpose Vehicle&lt;/span&gt;), namun SPV berbagi 10% loss dan Bank Sentral memberikan cover sisa 90%.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dibawah kesepakatan Citigroup, risk sharing 90/10 terhadap loss pada &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; pasar modal dengan grade tinggi diluar deductible awal 10%.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;US Treasury menanggung 5 Miliar Dollar berikutnya, FDIC 10 Miliar Dollar berikutnya, dan Bank Sentral seluruhnya setelah 15 Miliar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;US Dollar&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Struktur yang kompleks ini merefleksikan provisi pada TARP bill, ketiga berubah, terhadap dana 700 Miliar Dollar yang dimiliki Paulson, keseluruhan face value dari polis asuransi telah dijual oleh &lt;i&gt;US Treasury&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jika saja Pemerinatah AS, dan bukan Bank Sentral, yang memberikan asuransi untuk keseluruhan &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; Citigroup sebesar 306 Miliar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;US Dollar&lt;/span&gt;, Pemerintah AS harus sudah melakukan &lt;i&gt;charging&lt;/i&gt; sebesar 306 Miliar Dollar terhadap sisa dana TARP.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam skema ini Pemerintah AS hanya di&lt;i&gt;charge&lt;/i&gt; 5 Miliar Dollar dan mendapatkan 4 Miliar Dollar dari premi pembayaran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;FDIC mendapatkan 3 Miliar Dollar untuk meng&lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; 10 Miliar Dollar berikutnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peran The Fed dating dari komitmennya untuk memberikan dana terhadap &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; pool yang tersisa dengan &lt;i&gt;loan&lt;/i&gt; yang sifatnya &lt;i&gt;non-recourse&lt;/i&gt; subjek yang sama yaitu aturan 90/10 risk sharing. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena keterlibatan yang dalam dari Citigroup dengan surat berharga dengan &lt;i&gt;underlying mortgage&lt;/i&gt;, terutama melalui SIV yang bermasalah, maka adalah pantas pemerintah AS memulai dengan Citigroup. Akan tetapi rencana pemerintah AS akan bekerja ketika hal ini juga diterapkan diluar Citigroup&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian, struktur asuransi harus dibuat lebih jelas sehingga pasar lebih memahami konsekuensi pada valuasi pada underlying securities.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemerintah harus secara eksplisit melakukan penjualan credit insurance tidak melalui jalan belakang (&lt;i&gt;back door&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pemerintah seharusnya menawarkan asuransi pada &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; dengan kualitas tertinggi tanpa meliaht siapa yang memegang &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; tersebut. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tindakan ini seharusnya mendukung pasar bukan institusi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena hal ini, maka sangatlah penting untuk memahami bahwa Paman Sam tidak melakukan asuransi hanya pada Citigroup.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Melainkan pemerintah memberikan asuransi khususnya pada &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;face value&lt;/i&gt; senilai 306 Miliar Dollar yang merupakan MBS dengan grade tinggi, surat berharga dimana Citigroup sekarang dapat menjual ke pihak ketiga atau digunakan sebagai jaminan untuk meminjam uang dari pihak ketiga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Disadur dari Tulisan Kolom Ekonomi Laurence Kotlikoff and Perry Mehrling&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Laurence Kotlikoff is a professor of economics at Boston University. Perry Mehrling is a professor of economics at Barnard College, Columbia University&lt;/p&gt;       &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-8244606769248830815?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/8244606769248830815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=8244606769248830815' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/8244606769248830815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/8244606769248830815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/11/akhirnya-apakah-pemerintah-as.html' title='Akhirnya Apakah Pemerintah AS Menyelamatkan Pasar…? Atau Hanya Citigroup…?'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-1966346062453388402</id><published>2008-11-19T19:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T00:30:20.867-08:00</updated><title type='text'>Oh Rupiah...! Rupiah Disayang Dollar Dibenci...!!!</title><content type='html'>    &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ghifi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SSUSfQoKCGAAAEjZ@cA1/rupiah2.jpg?et=gURp0QJaASV8RASurvvG7g&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;Assalammu'alaikum Wr. Wb.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Melihat kondisi sekarang ini, saya sudah mulai menemui banyak pembicaraan mengenai kondisi Rupiah yang sedang mengalami depresiasi terhadap US Dollar hingga 30% (dari Rp 9.000/US$1 - Rp 12.000/US$1).  Memang ini mempengaruhi harga barang-barang impor dan bisnis yang tergantung dengan barang impor akan mengalami kesulitan di samping ada risiko nilai tukar, juga dikarenakan konsumen akan berpikir dua kali untuk membeli barang-barang impor dengan kurs pada saat ini.  Tetapi sebenarnya isu melemahnya rupiah tidak menjadi prioritas utama bagi para pengambil kebijakan karena memang tidak efektif (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative externalities&lt;/span&gt;), yang seharusnya menjadi prioritas adalah isu likuiditas pada perbankan yang akhir-akhir ini diisukan sedang seret baik melalui rumor maupun pernyataan resmi dari para petinggi bank.   &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertama-tama kita harus memahami terlebih dahulu sebenarnya sumber dana pada bank itu berasal dari mana saja.  Yang pertama adalah dari dana pihak ketiga baik tabungan/deposito maupun giro, kemudian obligasi yang dikeluarkan oleh bank baik dalam denominasi Rupiah maupun mata uang asing biasanya US Dollar, dan ketiga dan yang paling penting adalah melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interbank lending&lt;/span&gt;.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tulisan ini akan sedikit membahas mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interbank lending&lt;/span&gt; yang merupakan salah satu sumber pembiyaan perbankan yang terpenting di antara sumber pembiayaan yang lain.   	&lt;!-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; 	 &lt;p&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Interbank lending&lt;/span&gt;” sering disalah-artikan oleh para ekonom dimana sebenarnya sebagian besar lending yang kita sebut sebagai &lt;i&gt;interbank market &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;(atau pasar uang) adalah sebenarnya merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wholesale&lt;/span&gt; bank deposit oleh institusi non-bank seperti, investor institusi, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Sovereign wealth fund&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; dan reksadana pasar uang. &lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 	&lt;!-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; 	 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kondisi pasar yang normal, mayoritas dari pinjaman melalui pasar uang ini dijaminkan ( collateral) 2/3 dari stock pada Euro Zone dan lebih lagi di AS dan UK.  Penjaminan pinjaman pasar uang ini yang sebagian besar adalah repo tidak mengandalkan assessment yang akurat pada peminjam, akan tetapi kelayakan dan keberadaan jaminan (collateral).&lt;/p&gt; 	&lt;!-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; 	 &lt;p&gt;Sebagian dari marjin pada pasar uang adalah sifatnya didorong oleh likuiditas.  Sebagai contoh peningkatan suku bunga margin Libor di akhir Oktober dan awal November sebagian didorong oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;redemption (outflow)&lt;/span&gt; yang terjadi di reksadana pasar uang, memaksa reksadana pasar uang memindahkan struktur portfolionya dari 3 bulan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overnight&lt;/span&gt; (satu malam) dan satu minggu aset pasar uang sehingga dapat menghadapi tekanan redemption yang terjadi.  Marjin sebagian didorong oleh credit risk, yang diilustrasikan dengan kegagalan marjin pada pasar uang tiga bulanan yang mengalami penurunan setelah langkah oleh pemerintah AS untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bail-out&lt;/span&gt; pada awal bulan Oktober ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 	&lt;!-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; 	 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alasan yang prinsipil mengenai kegagalan pada pasar uang adalah hilangnya tingkat kepercayaan, dan penurunan nilai dan kenaikan volatilistas harga terhadap penjaminan utama yang tersedia pada bank, seperti senior MBS dan sekuritas struktur kredit lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 	&lt;!-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; 	 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengembalikan tingkat kepercayaan pada collateral/penjaminan ini akan lebih mudah dibandingkan dengan mengembalikan tingkat kepercayaan pada bank.  Hal ini dapat dilakukan menggunakan garansi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Government Backed Insurance&lt;/span&gt; yang sebenarnya sudah diusulkan oleh para petinggi perbankan kepada pemerintah dalam hal ini pemerintah Indonesia pada jaminan dalam bentuk REPO.  Kemudian, karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;collateral&lt;/span&gt; secara fundamental sangat masuk akal ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengambil sedikit keuntungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Detil dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Government Backed Insurance&lt;/span&gt; tidak akan dibicarakan di sini, akan tetapi langkah-langkah yang sudah diusulkan ini memiliki urgensi yang sangat tinggi apabila pemerintah ingin menyelamatkan likuiditas perbankan nasional terutama di saat ketatnaya likuiditas valas US Dollar.  Perbankan menjadi urat nadi pembiayaan bagi sektor riil terutama sektor riil yang membutuhkan pembiayaan ekspor dan impor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemungkinan terburuk akan terkurasnya cadangan devisa negara melalui Bank Sentral juga bisa dihindari.  Mari kita percayakan kepada pemerintah dan BI karena masukan-masukan di atas sudah pernah disampaikan dalam berbagai forum formal maupun informal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentunya dari sisi ekonomi, isu pada perbankan memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trickle down effect, apabila perbankan sehat tentunya kondisi ekonomi secara umum juga akan lebih baik walaupun nilai tukar rupiah mendapat tekanan karena irrational exuberance yang menyebabkan capital flight to safety oleh para investor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disadur dari Tulisan Kolom Ekonomi oleh Laurence Kotlikoff, Perry Mehrling, Alistair Milne&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wallahu'alam bi showab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ghifi.multiply.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;i&gt; &lt;/i&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-1966346062453388402?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/1966346062453388402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=1966346062453388402' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/1966346062453388402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/1966346062453388402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/11/oh-rupiah-rupiah-disayang-dollar.html' title='Oh Rupiah...! Rupiah Disayang Dollar Dibenci...!!!'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-181652811736474261</id><published>2008-11-19T15:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T20:15:15.314-08:00</updated><title type='text'>Disaster Insurance Adalah Jawaban Permasalahan Pasar Uang Dunia Perbankan</title><content type='html'>   	&lt;!-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; 	 &lt;p&gt;Assalamu'alaikum wr wb&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 	&lt;!-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; 	 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh Laurence Kotlikoff, Perry Mehrling, dan Alistair Milne&lt;br&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide awal dari penggunakan dana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bail out&lt;/span&gt; $700 Miliar adalah membeli &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asset&lt;/span&gt; dengan nilai setara $700 Miliar akan tetapi perdebatan telah berjalan terus dan hari ini idenya adalah menggunakan uang tersebut untuk melakukan rekapitasiasi perbankan dengan menggunakan uang $700 Miliar untuk investasi pada preferred stock.  Tidak ada yang mempertanyakan bahwa pendekatan ini akan memberikan pengaruh besar akan tetapi sebenarnya ada jalan yang lebih baik lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam diskusi paling terakhir, bahwa injeksi dana dalam bentuk preferred stock digambarkan sebagai asuransi, dan memang seperti itu dari artikel yang lain yaitu “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;US may follow UK on bank bail-outs&lt;/span&gt;” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yiled&lt;/span&gt; pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stock&lt;/span&gt; mirip dengan premi pada asuransi, dan penambahan modal keseluruhan seperti uang pertanggungan pada klaim yang akan dibayarkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalahnya adalah  tidak ada orang yang mengetahui berapa total klaim yang didapatkan pada skenario terburuk.  Dan injeksi melalui preferred stock tidak memberikan perlindungan pada skenario terburuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang paling dibutuhkan oleh sistem adalah bukanlah perlindungan terhadap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;loss&lt;/span&gt; 10% berikutnya, barangkali Warren Buffets akan dengan senang hati  memberikan perlindungan tersebut, melainkan yang dibutuhkan adalah proteksi terhadap sesuatu hal yang mungkin terjadi setelah itu.  Yang dibutuhkan oleh sistem adalah penjaminan kredit oleh pemerintah. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;credit insurer of the last resort)&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara implisit pemerintah telah menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;credit insurer of last resort&lt;/span&gt;.  Hanya saja pemerintah dapat memiliki kredibilitas untuk memenuhi fungsi tersebut lebih baik lagi apabila asuransi yang sifatnya implicit ini dibuat menjadi eksplisit.  Dalam prakteknya pemerintah sudah memberikan asuransi pada “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tail risk&lt;/span&gt;” sehingga hal ini tidak akan menimbulkan biaya untuk membuat asuransi menjadi eksplisit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian usul dari penulis yaitu pemerintah seharusnya menawarkan untuk menjual &lt;span style="font-style: italic;"&gt;credit insurance&lt;/span&gt; dalam bentuk portfolio &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asset&lt;/span&gt; dengan rating AAA pada bullan Juli 2008.  Kita memfokuskan pada sejumlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asset&lt;/span&gt; ini untuk dapat memfokuskan diri pada masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;systemic risk&lt;/span&gt;.  Jika aset tersebut sudah memiliki asuransi terbatas dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;private issuer&lt;/span&gt;,  pemerintah seharusnya menawarkan kebijakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;top-up&lt;/span&gt; yang dapat melindungi semuanya diluar apa yang dijanjikan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;issuer&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendekatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;disaster insurance&lt;/span&gt; ini memiliki imbas yang lebih besar lagi dibandingkan dengan pendekatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;preferred stock&lt;/span&gt;.  Hasil yang terburuk adalah biaya yang sangat mahal yang ditimbulkan, namun probabilitas ini sangat kecil dan pemerintah AS memang sudah secara implisit menggunakannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menteri Keuangan AS dapat mengimplementasikan pendekatnya dalam waktu dekat dibawah provisi yang sudah ada daripada UU &lt;span style="font-style: italic;"&gt;buyout Section 102&lt;/span&gt; yang secara eksplisit memperbolehkan menteri keuangan untuk menjual &lt;span style="font-style: italic;"&gt;credit insurance&lt;/span&gt;, dan memisahkan premi yang diterima ke dalam yang disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Special Troubled Assets Insurance Financing Fund&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dana tersebut akan tersedia untuk membayar klaim ketika mereka datang, dan jika premi yang ada tidak mencukupi maka ada fasilitas dana $700 Miliar yang dapat dipinjam.  Jika kita ingin membatasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;exposure&lt;/span&gt; terhadap dana $700 miliar, kita dapat membatasi polis kredit yang kita keluarkan.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah kredit adalah sangat kritikal, dan solusi yang diberikan harus merupakan pendekatan yang terkoordinasi melibatkan banyak intervensi dari level-level yang berbeda.  Namun masalah utama adalah merupakan realisasi dari even &lt;span style="font-style: italic;"&gt;systemic risk&lt;/span&gt;, dan sektor swasta yang prihatin terhadap tambahan risiko realisasi yang mereka tidak dapat melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hedge&lt;/span&gt;.  Maka kita dapat membuat batasan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;floor&lt;/span&gt;) terhadap masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;systemic risk&lt;/span&gt;.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt; 	&lt;!-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; 	 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Melengkapi tulisan di atas, bank bertahun-tahun telah mengandalkan pinjaman dengan jaminan (REPO, ABCP, etc.) di pasar uang (kebanyakan langsung maupun tidak langsung dari tabungan di current account  yang merupakan surplus dari export).  Interbank lending yang tidak menggunakan jaminan sangat kecil karena bank tidak pernah mempercayai satu sama lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;	Sekarang masalahnya adalah sejak munculnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;loss&lt;/span&gt; pada &lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;sub-prime&lt;/span&gt;, pinjaman dari pasar uang (kebanyakan adalah non-bank seperti reksadana pasar uang, korporasi, insitusi finansial non-bank) tidak lagi menerima senior MBS atau ABS atau sekuritas berbasiskan struktur produk sebagai jaminan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekurangan jaminan yang dapat diterima membuat suku bunga pada pasar uang menjadi sangat tinggi kecuali T-bills.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekurangan jaiminan bank yang dapat diterima ini menjelaskan mengapa provisi likuiditas dari bank sentral tidak membuat mudah pasar uang, karena bank sentral meminjaman dengan jaminan yang baik dimana hal ini tidak dimiliki oleh perbankan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kita bisa bayangkan bahwa ketiadaan jaminan yang baik juga mengurangi keefektifan kebijakan moneter, kebijakan memotong suku bunga tidak akan membuat perbedaan terhadap &lt;span style="font-weight: bold;font-style: italic;"&gt;aggregate demand&lt;/span&gt; jika bank tidak memiliki dana untuk membiayai dirinya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Solusi &lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;disaster insurance&lt;/span&gt; yang direkomendasikan oleh Laurence Kotlikoff, Perry Mehrling dan Alistair Milne membuat jaminan yang digunakan di pasar uang menjadi baik (dapat diterima).  Dan ketika ini diterapkan pasar uang akan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unfreeze&lt;/span&gt; dan kita dapat menggunakan kebijakan moneter untuk melawan krisis global.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;penulis tidak bisa berpura-pura bahwa hal ini dapat menyelesaikan secara keseluruhan krisis finansial dan ekonomi dalam satu waktu, namun masalah di pasar uang harus ada urgensinya untuk ditangani karena hal ini merupakan target dari balance sheet pemerintah untuk secara efisien menangani masalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;wahallahu'alam bi showab&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ghifi.multiply.com&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;     &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-181652811736474261?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/181652811736474261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=181652811736474261' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/181652811736474261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/181652811736474261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/11/disaster-insurance-adalah-jawaban.html' title='Disaster Insurance Adalah Jawaban Permasalahan Pasar Uang Dunia Perbankan'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1847011119765067867.post-8820605723072872727</id><published>2008-10-14T17:57:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:59:21.497-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='award'/><title type='text'>BSM memperoleh penghargaan dari Global Finance Magazine di Washington DC</title><content type='html'>Washington DC - Hari Columbus (hari libur tahunan di AS sebagai peringatan ditemukannya benua Amerika oleh Christopher Columbus) yang kebetulan jatuh pada hari Senin, 13 Oktober 2008, dimanfaatkan oleh majalah Global Finance untuk menganugerahkan penghargaan kepada Institusi Perbankan Terbaik dari seluruh Penjuru Dunia yang telah mereka pilih dalam kurun waktu setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia meraih 3 penghargaan, yang diterima oleh Standard Chartered Bank Indonesia, Mandiri Sekuritas dan Bank Syariah Mandiri (BSM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Direktur dan Pejabat Bank calon penerima award sudah berkumpul di National Press Club (NPC), Washington DC sejak sebelum pukul 09.00 waktu Washington DC untuk menerima penghargaan dari majalah perbankan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk di dereten terdepan, mengenakan dasi warna kuning, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Yuslam Fauzie. Sementara duduk di paling ujung kanan ruangan yang sama, adalah Presiden Direktur Mandiri Sekuritas, Harry M. Supoyo yang kebetulan mengenakan dasi dengan warna senada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dibuka oleh Joseph D. Giarraputo, Presiden dan Publisher majalah Global Finance, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pelaku perbankan dunia dengan kategori Best Trade Finance Providers (38 negara), Best Sub Custodian Banks (36 negara, termasuk Standard Chartered Bank-Indonesia), Best Foreign Exchange Providers (37 negara) dan Best Derivative Providers (7 negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sesi kedua, diberikan penghargaan untuk katagori Best Bank-Developed and Emerging Markets, World's Safest Banks (BNP PARIBAS, LLOYDS TSB dan RABOBANK), Best Islamic Financial Institutions (12 negara, termasuk bank Syariah Mandiri-Indonesia), Best Investment Banks (11 negara termasuk Mandiri Sekuritas-Indonesia), Best Global Banks, Best Central Bankers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Direktur Mandiri Sekuritas, Harry M.Supoyo, sesaat seusai penerimaan penghargaan tersebut mengemukakan kebanggaanya atas prestasi yang diraih Bank Mandiri Sekuritas sebagai Bank Investasi Terbaik selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2005 hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya percaya bahwa iklim investasi di manapun selalu mengalami naik dan turun. Kita semua harus bisa melihatnya dari sisi positif. Tidak ada seorangpun yang dapat memperkirakan sampai kapan, namun saya percaya bahwa market pasti akan membaik," ujarnya optimistis kepada Endang Isnaini Saptorini, wartawan detikcom di Washington DC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry menyatakan ketidaksenangannya menyebut saat ini sedang krisis. Menurutnya, situasi saat ini lebih merupakan refleksi naik-turunnya pasar saja dan sentimen pasar dunia terhadap pasar kita. Di luar itu, secara lokal, Harry juga menganggap rata-rata performa perusahaan Indonesia sangat baik dan tidak bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Bursa kita relatif sudah menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Terutama pada tahun 2007-2008 ini, pemain lokal (investor domestik) sudah mulai banyak dan mengendalikan pasar bursa, sementara pemain asing sebagai pengikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila kita ingin mendongkrak kembali angka index di bursa, tentunya para investor domestik inilah yang diharapkan memiliki kekuatan untuk memiliki kembali kepercayaan pada bursa kita. Sekali lagi, performa perusahaan-perusahaan lokal kita tidak ada masalah saat ini," tandas Harry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Yuslam Fauzie, Presdir Bank Syariah Mandiri (BSM), didampingi oleh Staf Ahli Direksi BSM, Eka Bramantya Danuwirana, ketika ditemui secara terpisah juga menyatakan kebanggaannya sebagai penerima penghargaan untuk Islamic Financial Institution di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria yang membanggakannya sebagai penerima award adalah penilaian majalah ini lebih menekankan pada rating yang berarti cenderung ke manajemen resiko, kasus kredibilitas, sustainability, serta governance. Sementara unsur profitabilitasnya justru bukan merupakan unsur utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Profitabilitas BSM mengalami kenaikan yang cukup besar untuk tahun 2007-2008 ini.. Bulan Juli 2008 saja, laba BSM sudah mencapai angka yang sama dengan laba pada akhir tahun 2007. Namun yang paling penting, adalah pada pengelolaan laba. Karena apalah artinya laba yang banyak. Apabila tidak dikelola secara hati-hati, tidak akan ada sustain," ujar Yulam Fauzie yang menggelar konferensi pers di JW Marriot Hotel, selepas acara penerimaan award di NPC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan terhadap Islamic Financial Institution yang baru pertama kalinya diadakan oleh Majalah Global Finance ini, dinilai Yuslam sedikit agak terlambat, karena sebenarnya Bank Syariah sudah mulai bergerak dan tumbuh sejak 9 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari majalah Global Finance, BSM sudah banyak menerima award sebelumnya. Di antaranya adalah STP Award 2007 (dari Citibank New York), e-Company Award 2007 (majalah Warta Ekonomi), Indonesia Best Brand Award 2007 (majalah Swa dan Mars). dan Islamic Investment Year 2007 (Karim Bussiness Consulting).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1847011119765067867-8820605723072872727?l=ifinanceghifi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/feeds/8820605723072872727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1847011119765067867&amp;postID=8820605723072872727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/8820605723072872727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1847011119765067867/posts/default/8820605723072872727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ifinanceghifi.blogspot.com/2008/10/bsm-memperoleh-penghargaan-dari-global.html' title='BSM memperoleh penghargaan dari Global Finance Magazine di Washington DC'/><author><name>raditio ghifiardi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15085528802634803782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_HnFT1rU3rMY/R1UrGTYOr7I/AAAAAAAAAAM/zakDo0Z45vg/S220/DSCF8909.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
